Hal ini dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap media secara keseluruhan.
Momentum di warung kopi ini pun menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya dunia jurnalistik, nilai-nilai kebersamaan dan etika tetap harus dijaga.
Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga memperkuat tekad untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Dengan semangat kebersamaan, para jurnalis dan praktisi hukum yang hadir sepakat untuk terus menjaga kekompakan dan profesionalisme.
Mereka menyadari bahwa masa depan jurnalistik tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh integritas dan solidaritas para pelakunya.
Di tengah secangkir kopi, lahir komitmen: tetap kritis, tetap kompak, dan tetap berdiri di garis kebenaran.
BT