nasional

Kurniasih: Ketimpangan Akses Pendidikan Tinggi Harus Segera Diatasi Demi Naiknya Angka Partisipasi Kuliah

Senin, 1 Juni 2026 | 20:58 WIB

Jakarta —indonesia-monitoring.com

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mengingatkan berbagai persoalan pendidikan tinggi yang muncul belakangan ini menunjukkan adanya ketimpangan akses yang semakin nyata dan perlu segera mendapatkan perhatian serius pemerintah.

 

Menurut Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II ini, rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia, tingginya angka mahasiswa putus kuliah, ketimpangan penerimaan mahasiswa antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), hingga ancaman berkurangnya jumlah mahasiswa di banyak kampus swasta merupakan rangkaian persoalan yang saling berkaitan.

 

"Empat persoalan ini tidak bisa dilihat secara terpisah. Ini adalah alarm bahwa akses pendidikan tinggi kita masih menghadapi tantangan besar. Jangan sampai kuliah hanya menjadi kesempatan bagi kelompok masyarakat tertentu yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik," kata Kurniasih dalam keterangannya Senin (1/6/2026).

 

Data menunjukkan APK pendidikan tinggi Indonesia masih berada pada masih di bawah 40 persen. Artinya, sebagian besar penduduk usia kuliah Indonesia belum dapat mengakses pendidikan tinggi.

 

Di sisi lain, laporan Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 mencatat sekitar 289 ribu mahasiswa mengalami putus kuliah. Sebanyak 73,81 persen di antaranya berasal dari perguruan tinggi swasta. Kondisi tersebut menunjukkan masih kuatnya hambatan ekonomi dan sosial yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan studi mereka.

 

Ketua DPP PKS Bidang Pendidikan dan Kesehatan ini juga menyoroti semakin besarnya konsentrasi penerimaan mahasiswa baru di PTN, sementara banyak PTS menghadapi penurunan jumlah mahasiswa secara signifikan. Bahkan sejumlah asosiasi perguruan tinggi swasta melaporkan penurunan penerimaan mahasiswa baru hingga puluhan persen dalam beberapa tahun terakhir.

 

"Padahal PTS selama ini memiliki kontribusi besar dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Jika kampus-kampus swasta terus mengalami tekanan karena kekurangan mahasiswa, maka kapasitas nasional dalam menyediakan layanan pendidikan tinggi juga akan ikut melemah," ujarnya.

Halaman:

Terkini

Akino Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Banyuasin

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:00 WIB