Jalan Botolala Uludumula disebut bukan sekadar jalan penghubung antarkampung. Jalur tersebut menjadi akses masyarakat dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Alasa, Kecamatan Afulu, dan Kecamatan Lahewa Timur.
Sedikitnya enam desa menggunakan jalur tersebut dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Dari Kecamatan Alasa terdapat Desa Banuasibohou II, Desa Loloanaa, Desa Dahana Alasa dan Desa Banua Sibohou I. Sementara dari Kecamatan Afulu terdapat Desa Lauru Fadoro, sedangkan dari Kecamatan Lahewa Timur terdapat Desa Laowowaga.
Jalur tersebut digunakan masyarakat untuk bekerja, membawa hasil pertanian, memenuhi kebutuhan rumah tangga, mengakses fasilitas kesehatan hingga mengantarkan anak-anak ke sekolah.
Namun, kondisi jalan yang sulit dilalui membuat perjalanan warga membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.
Ketika hujan mengguyur, sejumlah bagian jalan berubah menjadi licin dan berlumpur. Batuan lepas serta tanjakan dan turunan terjal semakin menyulitkan kendaraan roda dua maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Dalam kondisi tertentu, pengendara bahkan harus turun dari kendaraan dan mendorong sepeda motor agar dapat melewati tanjakan.