Warga bersama pemuda dan pelajar berulang kali melakukan gotong royong untuk memperbaiki kondisi jalan secara swadaya.
Dengan peralatan sederhana, seperti cangkul, kayu dan papan bekas, masyarakat berusaha memperbaiki bagian jalan yang rusak, membersihkan saluran air, meratakan badan jalan hingga membuat jembatan kayu sederhana agar kendaraan roda dua tetap dapat melintas.
Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat telah berusaha mengatasi persoalan dengan kemampuan yang mereka miliki.
Namun, masyarakat menyadari bahwa perbaikan secara swadaya hanya bersifat sementara.
Pembangunan jalan secara permanen membutuhkan perencanaan teknis, kajian kondisi ruas jalan, kepastian status dan kewenangan jalan, dukungan anggaran serta pelaksanaan konstruksi yang memenuhi standar.
Karena itu, warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan atau pengukuran, tetapi juga memberikan kepastian mengenai langkah konkret yang dapat dilakukan.
Warga Tak Menuntut Jalan Mewah
Tuntutan masyarakat Botolala Uludumula pada dasarnya sederhana.