• Kamis, 27 Agustus 2026

Kapolda Sumsel Pimpin Peletakan Batu Pertama Monumen Juang, Perkuat Nilai Sejarah Kepolisian

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:41 WIB

 

PALEMBANG —indonesiamonitoring.com

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin peletakan batu pertama pembangunan relief Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan di Lapangan Apel Polda Sumsel, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembangunan monumen sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang Polri sekaligus wujud komitmen Polda Sumsel dalam merawat sejarah perjuangan kepolisian di Bumi Sriwijaya.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Istisqa yang diikuti jajaran Polda Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan agenda peletakan batu pertama pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana, Karolog Polda Sumsel Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny. Eka Sandi Nugroho, serta jajaran Pejabat Utama dan personel Polda Sumsel.

 

Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan dirancang sebagai sarana untuk merawat sejarah, menghormati pengabdian para pendahulu, serta mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus Polri. Relief monumen akan menggambarkan perjalanan panjang kepolisian di Sumatera Selatan, mulai dari masa perjuangan hingga pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada era Presisi.

Relief tersebut memuat lima tema besar, yakni masa penjajahan Belanda dan Jepang, pengibaran Merah Putih pada 1945, perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945–1949, pembentukan dan perkembangan Polda Sumsel, serta pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada masa kini.

 

Salah satu peristiwa sejarah yang akan diabadikan adalah pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang pada akhir Agustus 1945. Sekitar 100 anggota polisi ketika itu mengikuti upacara yang dilanjutkan dengan sumpah kesetiaan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda keberpihakan anggota kepolisian kepada Republik pada masa awal kemerdekaan.

 

Jejak perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan juga menjadi bagian penting dari relief, termasuk perjuangan dalam Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang pada 1–5 Januari 1947 serta kiprah sejumlah tokoh kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan hingga 1949.

 

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

Air Bersih Mengalir untuk Warga Dukuh Padas, Sragen

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB
X