Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Monumen menjelaskan bahwa materi sejarah yang dituangkan dalam relief disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah.
“Materi sejarah disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah. Salah satunya diperkuat melalui keterangan keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri, yang telah dikunjungi secara langsung oleh Bapak Kapolda dalam kegiatan anjangsana,” ujar Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.
Untuk menjaga kualitas dan ketahanan relief, pengerjaan akan dilakukan oleh pengrajin asal Boyolali menggunakan plat tembaga premium dengan berat keseluruhan kurang lebih 360 kilogram. Material tersebut dipilih agar bentuk ukiran dapat lebih timbul, detail relief lebih maksimal, serta memiliki kekuatan dan daya tahan yang panjang.
Keseluruhan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Selain merekam sejarah masa lalu, relief monumen juga akan menggambarkan wajah Polda Sumsel pada era Presisi melalui berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, antara lain pelayanan publik, ketahanan pangan, tata kelola sumur minyak masyarakat, Command Center, bantuan sosial, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, serta sinergi Forkopimda sebagai Super Team.
Pembangunan monumen tersebut memiliki nilai strategis bagi penguatan jati diri institusi. Selain menjadi media edukasi sejarah bagi personel dan masyarakat, keberadaan monumen diharapkan memperkuat kesadaran bahwa pengabdian Polri saat ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendahulu.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan nilai perjuangan dari generasi ke generasi.
“Monumen ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga untuk menghidupkan nilai perjuangan itu dalam setiap pelaksanaan tugas. Generasi Polri saat ini harus menjaga warisan tersebut melalui integritas, profesionalisme, prestasi, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Monumen yang mengusung semangat “Merawat Ingatan, Menghormati Pengabdian, dan Mewariskan Nilai Perjuangan” tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi personel Polri, generasi muda, dan masyarakat mengenai perjalanan kepolisian di Bumi Sriwijaya.