Binjai, Indonesia -Minotoring.com.
– Proses kasus tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan karyawan supir ambulance RSU Sylvani terkesan lambat, dan harus segera dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku tersebut. (Rabu, 26/03/25).
Pasalnya, Dendi Purba selaku wartawan Binjai-Langkat menjadi korban penganiyaan yang dilakukan Berinisial NH diduga pelaku penganiyaan di Jalan Tengku Amir Hamza, tepatnya warung kelontong dipinggiran lapangan asrama 121 Kebun Lada.
Reni Agnes Pohan selaku pemilik warung kelontong saat dikonfirmasi oleh tim wartawan mengencam keras akan adanya kejadian penganiayaan yang dilakukan berinisial NH (29) yang juga sebagai salah satu karyawan ambulance di RSU Sylvani.
-
“Saya merasa dirugikan dengan peristiwa yang di alami Dendi Purba, karena sudah membuat keributan di tempat saya berjualan dan juga sudah membuat diduga berita bohong yang mengunakan foto lokasi depan warung saya, semoga cepat proses dan saya berharap polisi menindak tegas permasalahan ini”. Tegas Reni dengan kesal!.
Saat tim wartawan mendatangi kantor Sat-Reskrim Polres Binjai, guna untuk menanyakan proses tentang kasus diduga tindak pidana penganiayaan yang dilakukan NH (29) salah satu karyawan ambulance RSU Sylvani terhadap rekan seperjuangan se-profesi (Dendi Purba) terkesan lambat. Karena proses pemanggilan atau pemeriksaan terhadap diduga pelaku, saat lama dilakukan.
Dari surat SP2HP Nomor : B/95/III/2025/Reskrim pertanggal 17 Maret 2025 Rujukan Laporan Nomor : LP/B/138/III/2025/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA, A.n DENDI PRANATA diminta kepada penyidik Reskrim Polres Binjai segera di tanggapi, dikarenakan prosesnya lambat dan permasalahan ini cepat tuntas dan clear.
Jansen Simamora, SH. CPM selaku Penasehat Hukum korban (Dendi Purba) saat dikonfirmasi mengatakan kepada awak media juga menyayangkan proses ini sangat lambat.
“ iya ..memang proses klien saya, Dendi Purba lambat di proses oleh penyidik Polres Binjai, tapi perlu diketahui teman-teman media, kita harus mengapresiasi kerja penyidik juga yang sudah bekerja untuk kita dan mereka bukan kerja untuk kita saja.” Tegas Jansen.
Tambah Jansen Simamora kepada media “ saya sudah menghubungi penyidik, besok tanggal 27 maret ini, diduga pelaku NH akan di panggil untuk dilakukan pemeriksaan dan saya akan pantau terus. Bersambung (tim)