Pidie Jaya —indonesia-monitoring.com
Tepat 21 tahun telah berlalu sejak bencana tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. Tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah tersebut masih membekas kuat dalam ingatan masyarakat, khususnya warga Gampong Lancang, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Untuk mengenang peristiwa kelam tersebut, masyarakat setempat menggelar kegiatan doa bersama pada Jumat, 26 Desember 2025.
Kegiatan doa bersama ini dipimpin langsung oleh Tgk. Muhammad Ali (46), pimpinan Dayah Bustanul Ihsan, yang lebih dikenal di kalangan masyarakat dengan sapaan Abu Lhok. Seluruh masyarakat Gampong Lancang hadir mengikuti kegiatan ini dengan penuh kekhusyukan, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para korban tsunami yang telah meninggal dunia.
Dalam suasana yang sarat haru dan refleksi, warga mengenang kembali peristiwa tsunami yang meluluhlantakkan Gampong Lancang. Pada 26 Desember 2004 silam, gelombang besar menghantam wilayah pesisir dan meratakan seluruh rumah warga, meninggalkan kehancuran total serta duka mendalam bagi masyarakat. Banyak keluarga kehilangan anggota keluarganya, harta benda, dan tempat tinggal dalam sekejap.
Bencana ini adalah pengingat kita semua tentang kebesaran Allah dan lemahnya manusia. Semoga peristiwa ini menjadikan kita hamba yang lebih taat, saling membantu, dan selalu bersyukur atas nikmat yang masih diberikan,” ujar Abu Lhok dalam doanya.
Selain sebagai bentuk doa dan penghormatan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga Gampong Lancang. Masyarakat berharap agar peringatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun,
syarli
.