Sementara itu utusan khusus Presiden RI Prabowo Subianto Bidang Energi dan Iklim yang juga Ketua Dewan Pembina Gekira Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan intensitas dan frekuensi bencana alam, khususnya banjir, yang tidak dapat sepenuhnya dihindari.
Namun demikian, langkah antisipasi dan penanganan pascabencana menjadi kunci penting dalam meminimalkan dampak serta memulihkan kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Dalam upaya menghadapi dampak pascabanjir, diperlukan strategi berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada pemulihan ekosistem. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah pelaksanaan reboisasi di wilayah terdampak dan daerah aliran sungai.
"Reboisasi dilakukan dengan sistem tumpang sari, yaitu penanaman tanaman kehutanan yang dikombinasikan dengan tanaman produktif," ujar Hashim S. Djojohadikusumo.
Selain tanaman kayu sebagai penyangga lingkungan dan pengendali erosi, juga ditanam tanaman buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi. Pola ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendekatan ini, reboisasi tidak hanya berfungsi sebagai upaya pencegahan bencana di masa mendatang, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Turut hadir Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Wakil Ketua Dewan Penasehat Koordinator Pelaksana Nurdin Tampubolon, Ketum PP Gekira Nikson Silalahi, Para Kader Gerindra Sumut, para Bupati wilayah Sumut, Para Forkopimda wilayah Sumut, jajaran Pemerintahan wilayah Sumut, dan
Jajaran Pemerintahan Kabupaten Batu Bara.(Edo,R)