Tagore yang merupakan alumni Universitas Sumatera Utara (USU) itu mengucapkan terima kasih kepada Wesly dan jajaran Pemko Pematangsiantar atas sambutannya.
“Daerah kami dilanda banjir November 2026 lalu. Ratusan jembatan hanyut, jalan hancur, dan warga meninggal dunia. Apalagi akses sempat terputus, baik komunikasi, listrik, maupun jalan. Mudah-mudahan jangan terjadi lagi bencana seperti itu,” katanya.
Tagore juga mengatakan, hingga saat ini mereka masih trauma jika hujan deras.
“Tapi hati kami terobati melihat kondisi Kota Pematangsiantar yang aman,” tukasnya.
Tagore bersyukur atas bantuan Rp25 miliar dari Pemko Pematangsiantar. Menurutnya, bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun jembatan, membangun sarana air bersih, jalan, dan lainnya.
“Terima kasih kami dari hati yang paling dalam kepada Pemko Pematangsiantar. Ini akan kami sampaikan ke masyarakat. Kami tidak bisa membalasnya. Semoga Pak Wali dan Kota Pematangsiantar bisa lebih hebat lagi. Kami hanya bisa membalas dengan doa. Saya akan jaga betul agar jangan ada penyimpangan dari bantuan tersebut,” terangnya.
“Kami akan kembali ke Bener Meriah dan berjuang di medan pasca bencana. Semoga yang kami tinggalkan di sini tetap sehat, dan kami selamat sampai ke Bener Meriah,” lanjutnya.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen administrasi bantuan khusus oleh Tagore Abu Bakar, disaksikan Wesly. Kemudian, penyerahan dokumen administrasi kepada Wesly. Dilanjutkan saling tukar cenderamata.