Realisasi jumlah pokok per hektare di Kebun Bah Birung Ulu saat ini berada pada kisaran 70 persen dari standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Meski menghadapi kondisi tersebut, manajemen terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan potensi produksi melalui perbaikan tata kelola tanaman, peningkatan mutu panen, penguatan infrastruktur, dan pengembangan kompetensi karyawan.
Produktivitas kebun selama tiga tahun terakhir juga menunjukkan tren positif. Pada Semester I 2024, protas tercatat sebesar 8,10 ton TBS/hektare, kemudian meningkat menjadi 9,94 ton TBS/hektare pada Semester I 2025, dan pada Semester I 2026 mencapai 11,60 ton TBS/hektare.
Dari sisi kinerja finansial, laba per hektare pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp20.649.213 per hektare, dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp17.143.045 per hektare. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator dalam mengukur efektivitas perbaikan operasional dan produktivitas kebun.
Infrastruktur dan Kompetensi SDM Terus Diperkuat
Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu fokus Kebun Bah Birung Ulu. Dari tahun ke tahun, peningkatan kualitas jalan produksi dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerusakan.
Jalan dengan kondisi rusak berat ditangani melalui pengecoran, sedangkan jalan dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang diperbaiki melalui pengerasan. Peningkatan kualitas infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas operasional dan pengangkutan hasil produksi.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Karyawan Kebun Bah Birung Ulu mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk pelatihan bagi Mandor I, Mandor Panen, dan Mandor Pemeliharaan yang diselenggarakan oleh Holding Perkebunan Nusantara.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan supervisi, meningkatkan kualitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta mendukung pencapaian target produksi secara berkelanjutan.