• Sabtu, 15 Agustus 2026

Gali Potensi Ekonomi Biru, Bupati Tapanuli Tengah Dorong Sinergi Strategis Bersama STPK Matauli

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Jumat, 10 Juli 2026 | 13:08 WIB

PANDAN -indonesia-monitoring. Com

Dalam rangka memperluas wawasan dan mengakselerasi pengembangan Ekonomi Biru (Blue Economy) di wilayah pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, pada hari Kamis, 9 Juli 2026 menghadiri Studium Generale (Kuliah Umum) yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan (STPK) Matauli Pandan.

 

Acara strategis ini mengangkat tema "Positioning Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Matauli serta Alumninya dalam Pembangunan Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas 2045". Kuliah umum ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, yang merupakan Anggota DPR RI Komisi IV, sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2001- 2004.

 

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengawali sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada STPK Matauli yang telah berkomitmen mempersiapkan SDM unggul demi mengelola potensi laut Tapanuli Tengah.

 

"Garis pantai Tapanuli Tengah sangat panjang, membentang sekitar 200 km, namun banyak potensi yang belum tergali secara optimal dan belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Sektor pertanian dan perikanan kita pun sebagian besar masih dikelola secara tradisional. Karena itu, kami berharap dapat membangun sinergi strategis dengan Yayasan Matauli," kata Masinton.

 

Lebih lanjut, Masinton juga menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor untuk mengangkat Tapanuli Tengah ke panggung nasional. Pemerintah daerah berencana mengusulkan wilayah ini agar diakui sebagai bagian dari heritage (warisan sejarah dan budaya) yang aktif di jalur Pantai Barat Sumatera.

 

Sebagai pakar kemaritiman, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, memaparkan bahwa Tapanuli Tengah memiliki modal alam yang luar biasa untuk menjadi poros ekonomi baru.

 

"Tapanuli Tengah memiliki potensi blue economy yang sangat raksasa karena panjang garis pantainya di sini mencapai lebih dari 200 kilometer," ungkap Prof. Rokhmin.

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

PAMI Desak Usut Tuntas Pungli dan Polemik ASN "R"

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:17 WIB
X