Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang konkret, Prof. Rokhmin menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memfokuskan strategi pembangunan pada 3 sektor utama dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan:
1. Sektor Perikanan Budidaya Laut: berfokus pada pengembangan tiga komoditas bernilai jual tinggi, yaitu lobster, udang vaname, dan rumput laut.
2. Hilirisasi Industri Perikanan Tangkap: kegiatan penangkapan ikan di laut harus diimbangi dengan kehadiran industri hilir melalui pembangunan pabrik-pabrik pengolahan ikan yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk kompetitif di pasar global.
3. Pariwisata Bahari Kelas Dunia: memanfaatkan lanskap alam Tapanuli Tengah yang sudah indah secara alami (by nature). Sektor ini tinggal memerlukan polesan pada aspek fasilitas penunjang (amenities), penataan destinasi agar berkelas seperti Maldives (Maladewa), serta peningkatan aksesibilitas dan konektivitas.
Melalui sinergi antara akademisi STPK Matauli dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, visi optimis ini diharapkan mampu membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal sekaligus menyokong pilar Indonesia Emas 2045.
Turut hadir Ketua Yayasan Matauli Pandan, mewakili Ketua Pembina Yayasan Matauli Pandan, Mewakili Forkopimda Tapteng, Wakil Ketua DPRD Tapteng, Ketua STPK Matauli, Para Asisten dan Staf Ahli Tapteng, Plh. Kadis Kelautan Tapteng, Plh. Kepala Bappeda Tapteng, Dosen STPK Matauli, Mahasiswa dan Tamu undangan lainnya.
*JS*