Ia menambahkan, Mutiara telah dirawat di RSUD Pandan sejak 24 Juli 2026. Selama menjalani perawatan, menurut Jumadi, kebutuhan pasien dan orang yang mendampingi telah mendapat perhatian dari pihak rumah sakit dan pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Selama anak saya di RSUD Pandan sudah ditangani dengan baik. Segala keperluan dipenuhi. Bahkan makan istri saya sebagai pendamping ditanggung tiga kali sehari. Sampai sekarang kami tidak dibebankan biaya apa pun,” katanya.
Jumadi mengaku berencana melaporkan akun tersebut kepada aparat penegak hukum. Langkah itu dilakukan agar dugaan penggalangan dana tanpa sepengetahuan keluarga tersebut tidak menimbulkan korban lain.
Dugaan penipuan tersebut mencuat setelah akun Threads erin_12ar mengunggah permintaan bantuan dengan narasi bahwa anaknya mengalami meningitis dan pneumonia serta sedang dirawat di PICU RSUD Pandan.
Unggahan tersebut juga disertai foto seorang ibu sedang menggendong bayi dan QRIS Dana atas nama Mak Mutiara.
Dalam salah satu percakapan di kolom tanggapan, akun lain bernama milzataga menanyakan keberadaan keluarga tersebut di Sibolga dan menawarkan bantuan untuk menyampaikan informasi kepada rekan-rekannya.
Akun erin_12ar kemudian menjawab bahwa dirinya berada di Sarudik dan menyebut saat itu tidak ada orang di rumah karena dirinya dan suami berada di rumah sakit.