daerah

Kelangkaan Semen di Tanjungbalai, Pemko Sidak Sejumlah Toko Bangunan

Selasa, 7 Juli 2026 | 01:24 WIB

 

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pemilik toko bangunan, kendala diduga berasal dari proses distribusi. Namun, pemerintah daerah masih akan berkoordinasi dengan pihak distributor untuk memastikan penyebab utama terganggunya pasokan semen ke Tanjungbalai.

 

"Pemerintah Kota akan berupaya mencari solusi agar distribusi semen dapat kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha dapat terpenuhi," katanya.

 

Dari hasil sidak, hampir seluruh toko bangunan menyampaikan keluhan serupa, yakni terbatasnya pasokan semen dan meningkatnya harga jual akibat minimnya stok.

 

Pemilik Toko Bangunan Sinar Family, Tetty, mengaku kelangkaan semen mulai dirasakan sejak sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut diperparah karena pasokan utama hanya berasal dari satu distributor di wilayah Belawan.

 

Akibat terbatasnya distribusi, pihaknya terpaksa mencari pasokan dari daerah lain, seperti Asahan dan Batu Bara, dengan harga yang lebih tinggi.

 

"Kami terpaksa mengambil semen dari luar jalur distributor sehingga harga beli menjadi lebih mahal. Padahal semen merupakan produk utama yang sangat menentukan aktivitas penjualan di toko bangunan," ujarnya.

 

Senada dengan itu, pemilik Toko Bangunan Tunas Mandiri, Hadut, mengatakan pengurangan pasokan telah berlangsung sekitar satu bulan. Ia menyebut pasokan yang sebelumnya mencapai dua truk per pekan kini hanya satu truk, sehingga harga semen di tingkat pengecer meningkat hingga sekitar Rp80.000 per sak.

 

Halaman:

Terkini