Di sisi lain, Deputi Geoekonomi DPN RI, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., menyampaikan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi ruang belajar darurat di SMK Negeri 1 Badiri. Ia mengaku terkesan dengan semangat para guru dan siswa yang tetap menjalankan proses belajar mengajar meski dengan fasilitas yang sangat terbatas.
"Kami menyampaikan rasa simpati yang mendalam. Semangat para siswa dan guru menjadi pelajaran berharga bagi kami," ungkap Dr. Yayat.
Dr. Yayat menjelaskan bahwa DPN sebagai lembaga di bawah Presiden RI memiliki tugas memberikan rekomendasi strategis terkait isu ketahanan nasional. Terkait kondisi SMK Negeri 1 Badiri, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan temuan di lapangan sebagai bahan laporan kepada pemerintah pusat.
"Kami akan membawa berbagai masukan dari pihak sekolah untuk dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan," pungkasnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan harapan agar proses pemulihan pascabencana dapat segera tuntas, sehingga seluruh siswa di Tapanuli Tengah dapat kembali belajar di fasilitas yang aman, layak, dan representatif.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tapanuli Tengah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Sibolga–Tapanuli Tengah, Kepala SMK Negeri 1 Badiri beserta para Guru, Camat Badiri, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
*JS*