"Pemerintah Kabupaten Batu Bara ingin memastikan bahwa keberadaan para guru mengaji, bilal mayit, dan penggali kubur benar-benar dihargai. Kami akan terus berupaya agar program-program pro-rakyat dan pro-keagamaan seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin ditingkatkan kualitasnya," ujar Bupati Batu Bara.
Kepada para guru mengaji, Bupati Baharuddin menitipkan harapan besar dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an dan nilai-nilai keagamaan. Sementara kepada bilal mayit dan penggali kubur, Bupati menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian mereka sebagai pelayan masyarakat yang selalu hadir di saat keluarga sedang berduka.
Lebih lanjut, Bupati Batu Bara menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Batu Bara akan terus mengevaluasi berbagai program kesejahteraan bagi para pejuang keagamaan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Bupati Baharuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Batu Bara yang maju, sejahtera, religius, dan mendapat keberkahan Allah Swt.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Batu Bara H. Jum'ah Haidir Syah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya Bupati Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., dan Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.A.P., yang telah memberikan kepercayaan kepada Baznas sebagai penyalur insentif bagi bilal mayit, penggali kubur, dan guru mengaji pada tahun 2026.
Ia menyebut kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi Baznas untuk terus meningkatkan pelayanan kepada umat serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mendukung program-program kesejahteraan masyarakat.
Ketua Baznas juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang tetap mengalokasikan anggaran untuk insentif para pelayan sosial keagamaan meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran secara nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dan menjadi bukti nyata perhatian terhadap kesejahteraan para pelayan keagamaan di Kabupaten Batu Bara (EDO, R) .