Selain ketulusan, Bima melihat nilai kesetiaan dari keberadaan orgel bersejarah di GPIB Immanuel yang hingga kini masih berfungsi dengan baik. Ia menilai keberlangsungan orgel tersebut tidak terlepas dari kepedulian pengurus dan jemaat dalam merawat warisan yang telah menemani perjalanan gereja selama lebih dari 180 tahun.
Bima menyebut keterpaduan antara orgel dan sistem akustik bangunan sebagai gambaran harmoni yang telah terbangun antara gereja dan lingkungan sekitarnya. Ia berharap semangat tersebut terus dipertahankan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Ini adalah harmoni, ini adalah nilai yang luhur dari gereja ini. Tentu ini sekali lagi adalah simbol bagaimana gereja ini selama 180 tahun menyatu dengan lingkungan dengan kota Jakarta membangun harmoni dan terintegrasi,” ujarnya.
Memasuki era perkembangan teknologi yang semakin pesat, Bima juga mengingatkan pentingnya memastikan kemajuan teknologi berjalan seiring dengan nilai dan kebijaksanaan. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), harus tetap diarahkan untuk memperkuat kemaslahatan manusia, bukan justru mengikis nilai-nilai moral.
Karena itu, ia mengapresiasi keberadaan generasi muda dalam perayaan HUT GPIB Immanuel. Kehadiran mereka dinilai penting untuk memastikan nilai-nilai keimanan dan moral tetap diwariskan ketika generasi mendatang semakin akrab dengan berbagai kemajuan teknologi.
Pada kesempatan tersebut, Bima juga menyampaikan komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar menghadirkan pembangunan yang inklusif. Pemda, katanya, harus memastikan kota dibangun untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
“Kementerian Dalam Negeri hari ini terus memastikan bahwa seluruh gubernur, seluruh wali kota, dan seluruh bupati di Indonesia dalam kesehariannya tidak pernah meninggalkan warganya. Memastikan bahwa kotanya dibangun untuk semua,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga berkewajiban menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman Indonesia.