nasional

Miskomunikasi Sebabkan Penolakan Pasien, Asisten Presiden Tinjau RSUD Kumpulan Pane

Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:56 WIB


Tebingtinggi, indonesia-monitoring.com


Insiden dugaan penolakan pasien di RSUD dr. H. Kumpulan Pane menjadi sorotan serius.

Asisten I Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Kesehatan, Muhammad Faridz Syahrian, menegaskan insiden itu dipicu oleh miskomunikasi dalam proses pelayanan, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Kumpulan Pane, Jumat sore (09/01/2026).

Muhammad Faridz Syahrian, Asisten I Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan, bersama jajaran Pemko Tebingtinggi, termasuk Sekdako Erwin Suheri Damanik, Direktur RSUD drg. Lili Marliana, dan Sekretaris Satgas Mutu Pelayanan Kesehatan Sumut, dr. Muhammad Emirsyah Harvian Harahap.

Faridz meninjau RSUD Kumpulan Pane dan menanggapi video viral dugaan penolakan pasien dengan alasan ruangan penuh.

Ia menekankan pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas tanpa memandang status pasien.


Faridz juga menjenguk pasien berinisial S di RS Chevani yang kini dalam kondisi stabil.

Kunker berlangsung pada Jumat sore, 09 Januari 2026. Video penolakan pasien viral di media sosial pada hari yang sama.

RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.

Insiden terjadi karena adanya miskomunikasi antara pihak rumah sakit dan pasien. Faridz menyatakan bahwa meskipun ada miskomunikasi, pelayanan medis harus tetap menjadi prioritas.

Sekdako dan Direktur RSUD menambahkan bahwa SOP sudah diterapkan, namun kendala terjadi di tingkat pelaksana di lapangan.


Faridz melakukan pemantauan langsung, menjenguk pasien, dan memberikan masukan terkait isu kesehatan nasional.

Ia menekankan pentingnya koordinasi yang baik agar insiden serupa tidak terulang.

Direktur RSUD, drg. Lili Marliana, meminta maaf kepada pasien dan publik, serta berkomitmen memaksimalkan pelayanan.

Halaman:

Terkini

Akino Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Banyuasin

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:00 WIB