“Penanggulangan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya fisik dan penegakan hukum. Secara operasional, kami terus melakukan sosialisasi, patroli rutin hingga upaya pemadaman api. Sholat Istisqo ini adalah wujud ikhtiar spiritual kita memohon hujan kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kondisi cuaca ekstrem.
“Melalui momentum peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan pembagian bansos ini, kami juga berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem,” lanjut Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda Sumsel bersama jajaran di wilayah terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganan Karhutla melalui patroli, pemantauan titik panas, sosialisasi kepada masyarakat, serta respons terhadap titik api yang ditemukan di lapangan.
Di sisi lain, kegiatan Sholat Istisqo dan penyaluran bantuan sosial menjadi wujud kehadiran Polri dalam merespons kondisi masyarakat secara humanis. Perpaduan antara ikhtiar spiritual, kepedulian sosial, pencegahan, dan langkah operasional di lapangan diharapkan dapat memperkuat upaya bersama menghadapi musim kemarau dan risiko Karhutla.
Polda Sumsel mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.
Melalui berbagai ikhtiar tersebut, Polda Sumatera Selatan terus berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat, mencegah meluasnya Karhutla, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif di tengah tantangan musim kemarau. (Salman)