• Kamis, 20 Agustus 2026

Jembatan Hilang, Tanggung Jawab Mengambang: Siapa Haji Ali Mulyono di Balik Proyek Banti

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Selasa, 21 April 2026 | 14:30 WIB

Pernyataan ini memperkuat kecurigaan publik bahwa proyek tersebut tidak hanya bermasalah secara teknis, tetapi juga sarat kepentingan.

Dampak Nyata bagi Warga

Di tengah tarik-ulur tanggung jawab, masyarakat di wilayah Banti dan Opitawak menjadi pihak yang paling dirugikan. Infrastruktur yang seharusnya membuka akses justru menjadi simbol kegagalan tata kelola.

Wilayah dataran tinggi Mimika yang sulit dijangkau membutuhkan pembangunan yang serius dan berkelanjutan. Ketika proyek strategis seperti ini terbengkalai, dampaknya langsung terasa pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga.

Menunggu Ketegasan Hukum

Desakan kini mengarah pada aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan transparan. Edoardus meminta Kapolres dan jajaran reserse kriminal fokus menuntaskan kasus ini tanpa intervensi.

“Jangan biarkan proyek ini menjadi contoh buruk bahwa uang negara bisa hilang tanpa pertanggungjawaban. Masyarakat butuh keadilan, bukan janji,” tutupnya.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas penegakan hukum di Papua Tengah. Pertanyaannya kini sederhana namun krusial: apakah hukum akan benar-benar menyentuh semua pihak yang terlibat, atau justru kembali tumpul di hadapan kekuasaan?

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

BULOG Sumsel Pastikan Bantuan Beras Tepat Sasaran

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Wakil Wali Kota Dorong PPSI Cetak Atlet Berprestasi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:52 WIB
X