• Minggu, 16 Agustus 2026

Dibesarkan dengan Kepercayaan, Dibalas dengan Pengkhianatan: Saat Anak Harimau Menunjukkan Belangnya

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Rabu, 1 Juli 2026 | 13:27 WIB

Opini.. 

 

MedanI Indonesia monitoring com--

Kepercayaan merupakan fondasi yang menopang setiap hubungan, baik dalam keluarga, organisasi, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Kepercayaan tidak lahir dalam sekejap, melainkan dibangun melalui proses panjang yang dipenuhi pengorbanan, kesabaran, dan konsistensi. Namun, tidak jarang kepercayaan yang telah dirawat bertahun-tahun justru runtuh akibat satu tindakan yang mengedepankan kepentingan pribadi.

 

Pepatah lama mengibaratkan bahwa anak harimau yang dipelihara sejak kecil tetap memiliki naluri alaminya. Ketika naluri itu muncul, bukan tidak mungkin ia menerkam tangan yang selama ini merawat dan memberinya makan. Perumpamaan tersebut tentu bukan ditujukan kepada hewan, melainkan menjadi refleksi bahwa dalam kehidupan, karakter seseorang akan terlihat ketika ia berada pada posisi yang memiliki kekuatan, kesempatan, atau kepentingan.

 

Fenomena serupa kerap menjadi bahan pembelajaran di berbagai lingkungan. Ada orang yang diberi kesempatan ketika belum memiliki apa-apa, dibimbing ketika belum memahami arah, dipercaya saat orang lain masih meragukannya, hingga diberikan ruang untuk berkembang. Namun setelah memperoleh kedudukan, pengaruh, atau keberhasilan, sebagian justru melupakan proses yang telah membesarkannya. Bahkan dalam beberapa keadaan, hubungan yang dahulu dibangun atas dasar kepercayaan berubah menjadi persaingan yang diwarnai sikap saling menjatuhkan.

 

Pepatah "makan kacang lupa kulitnya" kembali menemukan relevansinya. Ungkapan tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan seharusnya tidak membuat seseorang melupakan asal-usul, proses, maupun orang-orang yang pernah memberikan dukungan. Sebab keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari kemampuan menjaga etika, menghormati jasa, dan memelihara rasa syukur.

 

Dalam pandangan penulis, kesetiaan keadaan sulit. Justru ketika seseorang telah memperoleh jabatan, pengaruh, kekuasaan, atau keuntungan, di situlah integritas mulai dipertaruhkan. Jabatan dapat mengubah posisi seseorang, tetapi tidak seharusnya mengubah nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi. Karakter yang baik akan tetap menghargai mereka yang pernah berjalan bersama, sedangkan karakter yang rapuh mudah berubah ketika kepentingan pribadi mulai mendominasi.

 

Kepercayaan merupakan investasi moral yang nilainya jauh lebih besar daripada keuntungan materi. Ia dibangun perlahan melalui kejujuran, komitmen, dan tanggung jawab, tetapi dapat runtuh hanya karena satu tindakan yang mengabaikan amanah. Ketika kepercayaan hilang, yang tersisa bukan sekadar kekecewaan, melainkan pelajaran bahwa setiap amanah harus dijaga dengan integritas.

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X