“Kota Tanjungbalai merupakan daerah yang heterogen. Pastikan kerukunan dan persatuan selalu terjaga, stabilitas politik dan keamanan daerah tetap kondusif, serta perkuat sinergi dengan Forkopimda, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan dan para tokoh masyarakat,” katanya.
Di tengah era digitalisasi, Fadly juga meminta jajaran pemerintah memanfaatkan media sosial secara positif untuk memantau dinamika masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus mampu merespons berbagai persoalan publik secara cepat, bijak dan edukatif. Ia mengingatkan bahwa masyarakat menginginkan pelayanan dan informasi yang cepat, sehingga pemerintah harus hadir memberikan penjelasan yang menenangkan dan mudah dipahami.
“Berikan edukasi publik dengan bahasa yang santun, narasi yang membangun dan tanpa emosi. Luruskan disinformasi secara bijak agar kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Tanjungbalai terus terjaga,” pungkasnya.
Adapun 26 pejabat yang dilantik dan dikukuhkan yakni:
M. Idris, SH, sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tanjungbalai.
Gando Tuah, SH, MAP, sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tanjungbalai.
Sofian Pohan, SH, sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kota Tanjungbalai.
Syafrul Nizam, S.Pd, sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tanjungbalai.