Pernyataan ini memperkuat kecurigaan publik bahwa proyek tersebut tidak hanya bermasalah secara teknis, tetapi juga sarat kepentingan.
Dampak Nyata bagi Warga
Di tengah tarik-ulur tanggung jawab, masyarakat di wilayah Banti dan Opitawak menjadi pihak yang paling dirugikan. Infrastruktur yang seharusnya membuka akses justru menjadi simbol kegagalan tata kelola.
Wilayah dataran tinggi Mimika yang sulit dijangkau membutuhkan pembangunan yang serius dan berkelanjutan. Ketika proyek strategis seperti ini terbengkalai, dampaknya langsung terasa pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga.
Menunggu Ketegasan Hukum
Desakan kini mengarah pada aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan transparan. Edoardus meminta Kapolres dan jajaran reserse kriminal fokus menuntaskan kasus ini tanpa intervensi.
“Jangan biarkan proyek ini menjadi contoh buruk bahwa uang negara bisa hilang tanpa pertanggungjawaban. Masyarakat butuh keadilan, bukan janji,” tutupnya.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas penegakan hukum di Papua Tengah. Pertanyaannya kini sederhana namun krusial: apakah hukum akan benar-benar menyentuh semua pihak yang terlibat, atau justru kembali tumpul di hadapan kekuasaan?