“Saya menyambut baik dan mengapresiasi apa yang disampaikan Wali Kota Tanjungbalai. Tentunya kami sangat mendukung berbagai upaya yang telah disusun dan siap membantu untuk mewujudkannya,” ujar Bobby Nasution.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata dan berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta dukungan kepada sektor UMKM dan nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyetujui tambahan dana Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) sebesar Rp3,5 miliar untuk pembangunan drainase Jalan M. Abbas yang akan dialokasikan pada pergeseran anggaran tahun 2026. Sementara itu, usulan perbaikan sejumlah ruas jalan kota akan diakomodasi dalam program tahun 2027.
Terkait usulan peminjaman lahan parkir di kawasan RSUD Tengku Mansyur, Gubernur meminta agar Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan segera menindaklanjutinya pada tahun ini. Sedangkan rehabilitasi Terminal Sijambi diupayakan dapat direalisasikan pada tahun 2027.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Mahyaruddin juga memaparkan rencana besar pengembangan kawasan sentra perikanan di Kota Tanjungbalai.
Sesuai arah pembangunan dalam RPJMN dan RPJMD Sumatera Utara, Kota Tanjungbalai diproyeksikan sebagai pusat kawasan pengembangan perikanan yang mendukung kebijakan Blue Economy.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemko Tanjungbalai merencanakan pengembangan kawasan sentra perikanan di Pulau Buaya. Saat ini, melalui Bapperida, tengah dilakukan kajian geofisik guna mengetahui kelayakan kawasan tersebut sebagai pusat pengembangan sektor perikanan.
“Pemko Tanjungbalai saat ini sedang melakukan kajian geofisik di kawasan Pulau Buaya untuk melihat sejauh mana potensi wilayah tersebut dapat dikembangkan menjadi kawasan sentra perikanan,” jelas Mahyaruddin.