• Minggu, 16 Agustus 2026

Proyek Rumah Sakit (RS) Tafaeri Gagal Konsultan Dan Pengawasan Mangkir.

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Jumat, 9 Januari 2026 | 13:15 WIB

 


Nias Utara-Indonesia-Monitoring-com

-Proyek Pembangunan Rumah sakit (RS) Tafaeri Nias Utara yang dikerjakan PT Hutama Karya (HK) dengan nilai Kontrak Rp. 136.43 Milliar, terancam gagal kontrak Proyek sudah siap dikerjakan 26 Desember 2025 hingga diperpanjang waktu bulan Februari 2026.

Pantauan wartawan di lokasi proyek menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung. Namun, pekerjaan tersebut dikerjakan tanpa ada Konsultan dan pengawas.Sebelumnya, terdapat 9 orang tim pengawas dari Konsultan Yodia Karya (YK-CEC KSO) yang bertugas di proyek tersebut.

Tim Ahli K3 Konsultan Pengawas YK-CEC KSO Proyek RS Tafaeri, Wandi I ST saat dikonfirmasi wartawan di kantornya yang berada di samping Kantor HK, tidak berhasil ditemui. Kantor tersebut terlihat tertutup dan digembok.

Melalui pesan WhatsApp, Wandi menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak lagi terlibat dalam proyek tersebut.Saya lagi di Aceh. Kebetulan akhir November saya sudah diputus kontrak sejak 26/28 November 2025,” tulis Wandi.
Sementara itu, Rizal Fauzi dari PT Hutama Karya saat ditemui wartawan di Kantor HK lantai 2 RSUD Tafaeri Nias Utara, Jalan Lotu–Sawo Km 3, Desa Lolofaoso, Kecamatan Lotu, Kamis (8/1/2026), mengakui bahwa kontrak proyek telah diperpanjang hingga Februari 2026.

Namun, saat ditanya terkait persentase progres pekerjaan dan penyebab keterlambatan penyelesaian proyek, Rizal yang menjabat di bidang Humas dan Administrasi PT Hutama Karya tampak berhati-hati dalam memberikan keterangan. Ia menyarankan agar wartawan dan LS M menanyakan langsung kepada Kementerian Kesehatan.

Kontrak sudah diperpanjang sampai Februari 2026. Soal kendala keterlambatan, silakan tanya ke Kemenkes, saya tidak paham,” ujarnya singkat, sebelum bergegas meninggalkan lokasi dengan alasan hendak menjemput pekerja di Bandara Binaka Gunungsitoli.

Di lokasi proyek, wartawan melihat sejumlah pekerja tetap beraktivitas meskipun tidak ada kehadiran pihak konsultan dan pengawas, kondisi yang memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan tentang mutu pembangunan Rumah sakit (RS) Tafaeri Kabupaten Nias Utara Provinsi Sumatera Utara.


Kadieli Gea.

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X