Tebing Tinggi Sumut -Indonesia monitoring. Com
Kejadian kecelakaan tunggal yang dialami almarhum Sudarno dan rekannya yang merupakan karyawan PTPN IV Kebun Rambutan, hingga saat ini masih menyimpan misteri yang diduga sengaja ditutupi pihak managemen perkebunan tersebut.
Kejadian berawal saat pengemudi becak bermotor (betor) viar roda tiga, Sudarno bersama rekannya yang membawa limbah Pabrik PKS melintas di Jln. Gn. Lauser Kel. Tanjung Marulak Kec. Rambutan Kota Tebing Tinggi mengalami kecelakaan tunggal menabrak pohon mahoni, Selasa (18/08/2026).
Akibat laka tunggal tersebut, Sudarno sipengemudi betor yang membawa tiga drum plastik warna biru dan satu dregen putih yang merupakan limbah Pabrik PKS, tewas di TKP sedangkan rekannya mengalami luka.
Mengacu kepada kejadian tersebut, tim awak media melakukan berbagai macam cara untuk mengkonfirmasi baik berkunjung maupun via WhatsAap kepada pihak managemen PTPN IV Kebun Rambutan mulai dari Zulkarnain Hrp (General Manager), Rahmad Dani (Asisten Afd.1), Melinda Lbs (KTU PKS), Papam bahkan Danton Scurity, semuanya bungkam.
Dari data yang dihimpun tim awak media, ada banyak misteri yang belum terjawab prihal pengangkutan limbah cair Palm Oil Mill Effluent (POME) Pabrik PKS yang seharusnya dilengkapi dengan dokumen pengeluaran barang dengan angkutan truk khusus namun kenyataannya diangkut dengan betor viar milik perkebunan yang mengakibatkan kematian Sudarno.
Satu nyawa seorang karyawan melayang yang mengangkut limbah POME Pabrik PKS dengan betor viar dan mengalami laka tunggal menabrak pohon mahoni, namun pihak manajemen PTPN IV Kebun Rambutan tidak ada klarifikasi atau press conference atas kematian Sudarno hingga berita ini terbit.