hukum

KTH Desak Kalapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan Mundur

Kamis, 22 Januari 2026 | 16:33 WIB

Tanjungbalai | Indonesia-monitoring.com

Koalisi Tim Hanif (KTH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Kamis (22/1/2026).

Dalam aksi tersebut, massa secara tegas mendesak Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan untuk segera mundur dari jabatannya, menyusul berbagai dugaan kejanggalan dan persoalan serius yang dinilai terjadi di bawah kepemimpinannya.

Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu diwarnai orasi keras dari para koordinator lapangan.

Rizky Simatupang, salah satu orator utama, menyebutkan bahwa terdapat banyak kejanggalan di tubuh Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, mulai dari persoalan administrasi hingga dugaan pelanggaran hukum yang tidak pernah dituntaskan.

“Jika Kalapas tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di bawah kepemimpinannya, maka pilihan paling terhormat adalah mundur dari jabatan.

Lapas bukan tempat bermain kekuasaan, tetapi institusi penegakan hukum,” teriak Rizky di hadapan massa aksi.

Senada dengan itu, Nuraini Adhani dalam orasinya menegaskan bahwa seluruh bentuk kebobrokan yang terjadi di dalam lapas merupakan tanggung jawab penuh pimpinan tertinggi, yakni Kalapas.

Ia menyatakan Koalisi Tim Hanif tidak akan berhenti melakukan kontrol sosial dan menyampaikan kritik hingga terjadi perubahan nyata.

“Kami tidak akan mundur menyuarakan kebenaran. Apa yang kami lakukan semata-mata demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana tertuang dalam sila kelima Pancasila,” tegas Nuraini.

Sementara itu, Rizky Iswandi menegaskan bahwa Koalisi Tim Hanif berdiri sebagai garda sosial kontrol yang tidak akan tinggal diam terhadap setiap bentuk kedzaliman.

Ia menilai kondisi yang terjadi di Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan mencederai rasa keadilan masyarakat, khususnya warga Kota Tanjungbalai.

“Kami akan terus bersuara lantang melawan ketidakadilan di mana pun berada. Ini demi rasa aman, nyaman, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Tanjungbalai,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, aksi sempat memanas dan nyaris berujung chaos.

Namun situasi berhasil dikendalikan lantaran Kalapas tidak keluar menemui massa.

Halaman:

Terkini