SIMALUNGUN — Indonesia monitoring, com
Pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2017–2023 di Puskesmas Bah Tonang, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan. Kamis 13/8/26
Dugaan ketidaksesuaian dalam pengadaan barang yang bersumber dari anggaran tersebut mencuat setelah ditemukan sejumlah barang di lingkungan puskesmas yang dinilai tidak sesuai dengan pengadaan yang semestinya.
Informasi yang diperoleh media menyebutkan, pengelolaan dana BOK tersebut pada periode terkait melibatkan Elida Manurung, S.Keb., serta Kepala Puskesmas sebelumnya, Dorintan Pinta P. Rajagukguk, S.KM. Persoalan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pihak Puskesmas Bah Tonang.
Kepala Puskesmas Bah Tonang yang baru, Ratna Hotmaida Sinaga, bersama sejumlah pihak yang disebut sebagai narasumber, yakni Risnauli Anggaraini Purba,janrismedi Sinaga, Kristi Novitasari Purba, Marice Herawati Purba,Rapina sari dewi purba dan Risma Daryanani Silalahi, menjadi bagian dari informasi yang dihimpun terkait persoalan tersebut.
Temuan mengenai barang yang disebut tidak sesuai dengan pengadaan anggaran menimbulkan pertanyaan publik mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban penggunaan dana BOK.
Pasalnya, anggaran kesehatan pada dasarnya diperuntukkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dan harus dikelola secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.