Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan membiasakan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memeriksakan kesehatan sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit.
Menurut drg. Putih Sari, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. "Dengan semangat gotong royong dan kesadaran bersama, saya optimistis Indonesia dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM dari Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa Program Quick Wins pada pemerintahan Presiden Prabowo memiliki tiga prioritas utama, yaitu Program Cek Kesehatan Gratis, percepatan pengentasan penyakit Tuberkulosis (TB), serta pembangunan rumah sakit yang lengkap dan berkualitas.
Menurutnya, India masih menjadi negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, sementara Indonesia berada di peringkat kedua. Penyakit TB tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ lain seperti tulang, ginjal, dan kelenjar getah bening. Meski demikian, TB dapat disembuhkan melalui pengobatan intensif selama enam bulan secara teratur. Upaya pencegahan juga penting dilakukan, salah satunya dengan selalu menggunakan masker.
Pemerintah menargetkan pembangunan 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan fasilitas yang lengkap serta didukung tenaga dokter spesialis pada periode 2025-2027 yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat bertepatan dengan momentum hari ulang tahun masing-masing sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
("/Red)