"Mari kita bersyukur kepada Allah atas kesempatan ini, semoga acara ini mendapat ridho-Nya," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Al-Ustadz Ghazali Saragih juga mengumumkan penyaluran santunan bagi anak yatim piatu dan penyerahan hadiah bagi para peserta musabaqah yang berprestasi. Ia turut mengingatkan jemaah akan pentingnya mendengarkan nasihat dari para ulama untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki acara inti, Al-Ustadz H. Muhammad Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag., M.H., yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan, hadir memberikan ceramah agama. Dalam tausiahnya, ia menekankan makna hijrah sebagai semangat perubahan sikap dan mental ke arah yang lebih positif.
"Hijrah bukan sekadar perpindahan Rasulullah dari Mekkah ke Madinah, tetapi juga momentum perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik," jelasnya.
Di hadapan para jemaah, Al-Ustadz Muhammad Bambang juga menyoroti berbagai tantangan zaman modern, seperti pergeseran nilai-nilai sosial, dinamika kesulitan ekonomi, hingga pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda.
“Kunci kebahagiaan bukan pada harta, tetapi pada kedekatan dengan Allah dan rasa syukur. Mari kita beristighfar dan merenungkan kesalahan agar hidup lebih bermakna,” pesannya di akhir ceramah.
Suasana haru dan bangga menyelimuti penghujung acara saat Pemerintah Kota Tebingtinggi menyerahkan tali asih secara simbolis kepada 10 orang perwakilan dari total 50 anak yatim dan dhuafa. Momentum tersebut dilanjutkan dengan penyerahan uang pembinaan kepada para qari dan qariah berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Kota Tebingtinggi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatra Utara serta MTQ Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Provinsi Sumatra Utara Tahun 2026.