MEDAN — Indonesia-Monitoring.Com
Suasana di Polsek Medan Helvetia mendadak tegang pada Selasa (4/11/2025) ketika seorang wanita bernama Novalita Br. Siregar histeris di ruang tunggu kantor polisi tersebut. Ia memprotes laporan pengaduannya yang sudah hampir setahun mandek tanpa tindak lanjut.
Peristiwa bermula ketika Novalita datang bersama keluarganya untuk menanyakan perkembangan laporannya yang teregister dalam LP/B/117/III/2025/SPKT/Polsek Medan Helvetia/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara. Laporan itu terkait dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor miliknya yang hingga kini belum ditindaklanjuti oleh penyidik.
Menurut keterangan saksi di lokasi, Novalita tiba di Polsek Helvetia sekitar pukul 10.00 WIB. Ia menunggu cukup lama untuk bisa bertemu Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson Sipahutar. Namun, suasana berubah panas ketika Kapolsek terlihat keluar lewat pintu belakang ruangan, yang diduga untuk menghindari pertemuan dengan korban. Melihat hal itu, Novalita spontan berteriak histeris dan berusaha mengejar sang Kapolsek hingga ke area parkir belakang kantor polisi.
Dalam suasana tegang tersebut, Kapolsek Nelson akhirnya berhenti dan menemui korban. Di hadapan keluarga dan anggota polisi yang mendampinginya, Novalita dengan nada penuh emosi meminta agar laporannya segera diproses.
«“Pak Kapolsek, laporan saya sudah hampir setahun, tapi pelakunya belum ditangkap dan mobil saya belum diamankan. Kapan kasus saya ini ditindaklanjuti?” seru Novalita dengan nada bergetar.»
Mendengar itu, Kompol Nelson mengajak korban dan keluarganya untuk berdiskusi di salah satu ruangan mediasi. Ia menegaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai Kapolsek Helvetia dan belum mengetahui detail kasus tersebut.
«“Saya tidak melarikan diri. Laporan ini belum sampai ke saya. Mari kita bicarakan dengan baik-baik,” jelas Nelson di hadapan korban.»
Dalam pertemuan itu, Novalita menyerahkan SP2HP dan SPDP dari penyidik sebagai bukti bahwa laporan telah lama berjalan. Kapolsek pun memfoto dokumen tersebut sebagai bahan penelusuran lebih lanjut.
Novalita menjelaskan, sejak Maret 2025, laporannya tidak kunjung menunjukkan kemajuan berarti. Bahkan, ia menuding pihak penyidik sempat mempertemukannya dengan oknum yang justru mempermainkan korban. Barang bukti utama berupa mobil dan perhiasan emas yang ada di dalamnya disebut telah dilelang tanpa sepengetahuannya.
Menutup pertemuan itu, Novalita berharap agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan mengganti Kapolsek Helvetia bila kasusnya tetap tidak diproses.
«“Saya hanya minta keadilan, jangan biarkan laporan saya mati suri,” tutupnya dengan nada kecewa.»
(Sonti/Red)