hukum

Kelompok Tani Tinggi Raja Cari Solusi Sengketa Lahan

Senin, 15 Desember 2025 | 17:38 WIB

Tebing Tinggi —indonesia-monitoring.com


Rapat koordinasi antara pengurus kelompok tani dengan Ketua DPD LSM Benteng Independen Nusantara (BIN) digelar di Warung Kopi Atok, yang berada di depan Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Pertemuan ini turut dihadiri tim media newsri.id sebagai bagian dari upaya mendorong penyelesaian persoalan lahan yang hingga kini masih membelit kelompok tani di Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan.pada hari Senin 16/12/2025


Rapat koordinasi membahas permasalahan lahan pertanian yang diklaim dan dikuasai oleh PT Puloan Seruai, yang menurut kelompok tani telah lama menjadi sumber konflik dan menghambat aktivitas pertanian masyarakat.


Pertemuan dihadiri oleh Ketua DPD LSM Benteng Independen Nusantara, pengurus kelompok tani yang dipimpin oleh Pak Bandung, serta tim media newsri.id,indonesia-monitoring.com,nusantara expose.com,.Para petani hadir untuk menyampaikan keluhan dan harapan mereka secara langsung.


Rapat berlangsung di Warung Kopi Atok, sebuah tempat sederhana yang berada di depan Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.


Rapat koordinasi dilaksanakan pada hari ini (tanggal menyesuaikan), sebagai tindak lanjut dari keresahan petani yang telah berlangsung cukup lama tanpa kejelasan penyelesaian.


Kelompok tani mengaku resah karena lahan yang selama ini mereka kelola diklaim berada dalam penguasaan PT Puloan Seruai. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mata pencaharian petani, menurunkan produktivitas, serta memicu ketidakpastian hukum bagi masyarakat setempat.


Dalam rapat tersebut, para petani memaparkan kronologi penguasaan lahan, bukti-bukti yang mereka miliki, serta dampak sosial ekonomi yang dirasakan. Ketua DPD LSM BIN menyatakan komitmennya untuk mendampingi kelompok tani, baik melalui jalur advokasi, mediasi dengan pihak terkait, maupun pelaporan resmi ke instansi berwenang. Tim media juga berperan mencatat dan mempublikasikan persoalan ini agar mendapat perhatian publik yang lebih luas.

Pak Bandung selaku perwakilan kelompok tani berharap, melalui sinergi dengan LSM dan media, permasalahan lahan ini dapat menemukan solusi yang adil dan berpihak pada masyarakat. Ia menegaskan bahwa para petani tidak mencari konflik, melainkan kejelasan hak dan kepastian hukum untuk bisa kembali mengolah lahan secara tenang.

Rapat koordinasi ditutup dengan harapan bersama agar langkah-langkah konkret segera ditempuh, serta doa agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara bijak dan bermartabat, demi kesejahteraan petani di Kecamatan Tinggi Raja.

Terkini