hukum

Perkara Dugaan Penggelapan Sertifikat, Notaris/PPAT Sujayanto Jalani Sidang di PN Sidoarjo

Senin, 13 Juli 2026 | 12:54 WIB

SIDOARJO –indonesia-monitoring.com

Perkara pidana yang menjerat oknum Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kabupaten Sidoarjo, Sujayanto, S.H., M.M., kini memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

 

Sujayanto saat ini berstatus sebagai Terdakwa dalam perkara pidana dengan nomor registrasi 282/Pid.B/2026/PN.Sda dan menjalani penahanan kota berdasarkan penetapan pengadilan.

 

Perkara tersebut bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/746/XII/2023/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 19 Desember 2023 yang dibuat oleh Ely Jayanti Libriana, S.E., S.Pd., M.M., selaku Direktur PT Jaya Safira Propertindo.

 

Setelah melalui proses penyidikan, berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selanjutnya, penyidik menyerahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap II) kepada Kejaksaan Negeri Sidoarjo, sebelum akhirnya perkara tersebut dilimpahkan ke PN Sidoarjo untuk diperiksa dan diadili.

 

Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Sujayanto dengan Pasal 488 dan/atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.

 

Dalam dakwaan tersebut, JPU menyebut adanya dugaan perbuatan membawa dan menguasai sejumlah sertifikat tanpa izin yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas jabatan terdakwa sebagai Notaris/PPAT.

 

Perkara ini berkaitan dengan dugaan belum diserahkannya 65 sertifikat pecahan milik konsumen Perumahan Permata Alam Residence, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Menurut pihak pelapor, dokumen tersebut sebelumnya berada dalam proses pengurusan pertanahan oleh terdakwa, sementara biaya pengurusan telah dibayarkan secara bertahap oleh PT Jaya Safira Propertindo dan disebut telah dilunasi oleh pihak perusahaan.

Halaman:

Terkini