hukum

Tuduhan Pungli Di RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai Tidak Sesuai Fakta Dan Aturan

Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:51 WIB

 

Tanjung Balai- Indonesia Monitoring com. 

 

Tuduhan luas soal pungutan liar besar-besaran di RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai yang dilontarkan LSM GEMMAKO RI perlu diluruskan secepatnya. Hal itu diungkapkan Direktur Dian Ramadha Sari, S.Kep., Ners., M.K.M kepada awak media, Rabu ( 6/8/2026 ) bertempat dilingkungan RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai.

 

Berdasarkan data resmi, perlu diketahui bahwa jasa pelayanan BPJS yang diperoleh RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai dibagikan pada 530 orang petugas terdiri dari 499 ASN (nakes/non nakes) dan 31 orang pegawai kontrak BLUD RSUD.

 

" Nah kalau ada tuduhan sepihak yang mengatakan adanya pemotongan terhadap 180 orang ASN dengan besaran Rp. 1.500.000 / orang untuk bulan Januari dan Februari tahun 2026, saya nyatakan bahwa itu tidak benar dan 

keputusan yang dilakukan sudah mengacu pada UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, yang memberi kewenangan manajemen BLUD mengatur pembagian insentif pelayanan secara adil, terukur dan bergantung kemampuan keuangan lembaga dan Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, serta pedoman teknis pembagian jasa pelayanan fasilitas kesehatan BPJS dan Peraturan Walikota ( Perwali ) Kota Tanjung Balai," ujarnya.

 

Beliau juga menambahkan bahwa jasa pelayanan BPJS bukan gaji pokok, melainkan insentif berbasis kinerja, beban kerja, bobot tindakan medis dan ketersediaan dana klaim yang diterima rumah sakit setiap bulan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan dan Peraturan BPJS. Besarnya fluktuasi wajar terjadi tergantung volume kasus dan nilai klaim yang masuk, bukan dipotong sesuka hati pimpinan.

 

" Pembagian yang dilakukan secara proporsional pada seluruh kelompok tenaga medis, paramedis, tenaga penunjang administrasi dan teknis, tidak ada diskriminasi khusus terhadap bidan dan perawat. Perbedaan angka nominal terlihat karena rentang tanggung jawab dan jenis pelayanan berbeda, bukan pilih kasih," ungkap Direktur RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai.

 

Halaman:

Terkini