• Rabu, 12 Agustus 2026

Air PDAM Keruh, Warga Kaubun Soroti Aktivitas Tambang

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Kamis, 26 Maret 2026 | 16:00 WIB

Kutai Timur — indonesia-monitoring, com

Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, mengeluhkan perubahan drastis kualitas air Sungai yang menjadi sumber pasokan PDAM setempat.

Air yang sebelumnya jernih kini berubah keruh kecokelatan dan dinilai tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat yang bergantung pada aliran sungai tersebut.

Dugaan sementara mengarah pada dampak aktivitas pertambangan batu bara di wilayah hulu, yang disinyalir menyebabkan pencemaran melalui limpasan limbah maupun erosi tanah.

Salah satu warga, Paulus Jama, menyampaikan bahwa sumber air Sungai PDAM berasal dari aliran Sungai Senimbung yang melintasi sejumlah area operasional perusahaan tambang. Di antaranya adalah PT Ganda Alam Makmur, PT Indexim Coalindo, serta kawasan PT Telen yang berada di Desa Bukit Permata.

“Air sungai PDAM Desa Bumi Etam ini mengalir dari kawasan tambang.

Sekarang sudah sangat keruh, kami tidak berani lagi menggunakannya,” ujar Paulus saat ditemui awak media.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda jauh dibandingkan sebelumnya.

Dulu, air sungai masih terlihat jernih dan bisa dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi setelah dimasak.

Namun kini, perubahan warna air menjadi indikator kuat adanya penurunan kualitas yang signifikan.

Pantauan di lapangan menunjukkan air di sekitar instalasi PDAM tampak keruh dengan warna kecokelatan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi masyarakat jika air tetap digunakan tanpa penanganan yang memadai.

Warga pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X