hukum

Dugaan Pungli Rujukan Operasi Katarak Disorot, Tim Hanif Minta Pemkot Tanjungbalai Bertindak Tegas

Rabu, 17 Juni 2026 | 15:36 WIB

 

Tanjungbalai,Indonesia Monitoring.com

 

Tim Hanif kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Tanjungbalai, pada Rabu (17/06/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang disebut-sebut terjadi dalam proses pelayanan pasien katarak di RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai.

 

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dugaan adanya praktik pengumpulan dana dari pasien peserta BPJS Kesehatan yang akan menjalani operasi katarak di rumah sakit luar daerah. Dugaan tersebut mengarah kepada seorang oknum pegawai rumah sakit berinisial "SK".

 

Andrean Hanif yang akrab disapa bung Hanif selaku ketua umum Tim Hanif menyebutkan, berdasarkan informasi yang di himpun dari sejumlah pasien dan keluarga pasien, terdapat permintaan biaya yang nilainya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

 

Bahkan katanya, menurut informasi yang diterima, sebagian dana disebut-sebut ditransfer ke rekening pribadi oknum yang bersangkutan.

"Ada apa oknum "SK" melakukan pengutipan sejumlah uang itu bahkan buktinya ada sama kami, berani beraninya dia mengatakan kalau gak punya uang tunggu ada uangla baru berobat", teriak Hanif 

 

Hanif juga mengaku, semua itu hasil dari penelusuran dan memperoleh keterangan dari beberapa pasien yang pernah maupun yang akan menjalani operasi katarak. 

Halaman:

Terkini